21 Oct
Inflasi Inggris Naik Menjadi 0,5% By Ferdi Jo

Harga transportasi, aktivitas budaya, dan makan di luar mendorong inflasi Inggris lebih tinggi pada bulan September 2020, tetapi tingkat kenaikannya masih tetap relatif rendah karena ekonomi bersiap untuk gelombang baru pembatasan (lockdown) virus corona. Harga konsumen naik 0,5 persen dalam skala tahunan bulan lalu, naik dari 0,2 persen pada Agustus, demikian angka dari Kantor Statistik Nasional yang dirilis pekan ini.

Kenaikan tersebut didorong oleh harga untuk rekreasi dan aktivitas budaya, dan berakhirnya skema makan keluar bantuan pemerintah yang membantu mendanai makanan restoran dan kafe dengan potongan harga pada bulan Agustus, sehingga mendorong harga dalam layanan katering naik sebesar 4,1 persen.

Selain itu, dengan turunnya harga tiket pesawat di bawah normal, harga transportasi juga mendorong kenaikan inflasi, tetapi kenaikan tersebut diimbangi oleh harga yang lebih rendah untuk makanan dan minuman non-alkohol, liburan dan rekreasi, serta kegiatan budaya.

Inflasi pada bulan Agustus 2020 telah turun ke tingkat terendah dalam lebih dari empat tahun, berkat “Eat Out to Help Out” dan pemotongan pajak pertambahan nilai yang membawa penurunan harga pertama di restoran dan kafe sejak tahun 1989. Selama lebih dari dua tahun inflasi telah turun secara bertahap, tetapi selama lockdown virus corona, inflasi turun lebih cepat. Penurunan tersebut telah memicu spekulasi bahwa komite polisi moneter Bank of England akan meluncurkan langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan harga, setelah meningkatkan pelonggaran kuantitatif dan memangkas suku bunga di awal tahun.

“Sulit untuk memikirkan alasan mengapa [MPC] tidak akan meluncurkan £ 100 miliar atau lebih dari QE pada pertemuan November,” kata Paul Dales, kepala ekonom Inggris di Capital Economics. "Dan meskipun pinjaman publik masih melonjak, pemerintah mungkin masih dapat membelanjakan lebih banyak."

Inflasi September berada di bawah 0,6 persen yang diharapkan oleh para ekonom. Inflasi inti, yang tidak termasuk alkohol dan bahan bakar, naik menjadi 1,3 persen dari 0,9 persen pada Agustus. Bagi banyak orang di Inggris yang mengalami kesulitan keuangan selama pandemi, inflasi yang relatif rendah akan melegakan, tetapi para ekonom mencatat bahwa itu akan mengurangi tabungan. “Meskipun tingkat inflasi yang relatif rendah merupakan kabar baik bagi keuangan rumah tangga, banyak penabung yang kesulitan menemukan rekening yang menawarkan bunga lebih dari 1 persen, yang berarti bahwa mereka masih sering melihat tabungan mereka terkikis,” kata Alistair McQueen, kepala tabungan dan pensiun di perusahaan asuransi Aviva.

Dan dengan hilangnya pekerjaan di Inggris meningkat pada tingkat rekor, pengamat mengatakan melemahnya daya beli kemungkinan akan terus mengakibatkan inflasi yang rendah. “Banyak orang telah kehilangan pekerjaan mereka, meskipun ada langkah-langkah pemerintah untuk mengatasainya, dan yang lainnya akan kuatir bahwa mereka mungkin kehilangan pekerjaan mereka dengan skema cuti yang berakhir pada Oktober,” demikian Howard Archer, kepala penasihat ekonomi untuk EY Item Club.

Demikian ulasan saya tentang News Analysis: GBP – CPI kali ini. Saya… Ferdi Jo mohon diri dari hadapan anda…

Happy Trading!


Comments